Konflik Gaza dan Kehancuran Israel

 Ditengah gencatan senjata antara Palestina dan Israel, ledakan bom tiba-tiba menggetarkan jantung ibu kota Zionis Israel. Tidak hanya itu, dua buah roket ditembakan pejuang Hizbullah dari Lebanon. Perdamaian di Palestina pun nampaknya masih jauh dari harapan.

Koran harian terkemuka Israel “Maarev” beberapa waktu lalu menyatakan bahwa meskipun kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata, namun tidak dijelaskan secara rinci mengenai bentuk kesepakatan damai itu. Bahkan, berdasarkan sumber dari seorang diplomat Mesir, bahwa Israel belum menyepakati perjanjian damai yang diajukan pemerintah Mesir. Dengan kata lain, Israel sewaktu-waktu akan kembali menyerang Gaza jika Hamas masih meluncurkan roket-roketnya. Sementara itu, harian Yedioth Ahronoth di Tel Aviv memberitakan bahwa konflik yang terjadi antara Israel dan Hamas menunjukkan adanya kemajuan dari sistem pertahanan kedua negara dalam beberapa dekade terakhir. Pencapaian terbesar Israel adalah mampu mengoptimalkan misile Iron Dome dalam menghalau serangan roket Hamas hingga dapat mengurangi korban jiwa dan kehancuran secara signifikan. Dalam hal ini militer Israel mengklaim telah menghalau sekitar 300an roket Fajr-5 yang dilesatkan Hamas. Disamping itu, Israel juga mengklaim berhasil menghancurkan 1400 sasaran yang menjadi basis pejuang Hamas melalui udara salah satunya adalah target yang menjadi sasaran Israel yaitu komandan sayap militer Hamas Kataib Al-Qassam, Ahmad Al-Jabiri. Dalam konteks regional, koran ini juga menambahkan bahwa Israel berhasil memaksa Mesir dan negara-negara Arab untuk menghentikan penyelundupan senjata dan memaksa Hamas mengakhiri serangan roketnya.  Disisi lain, koran lainnya menyebutkan prestasi Hamas dalam perang kali ini –terlepas dari bantuan Iran dan negara-negara Arab- yang mampu melesatkan ribuan roket Fajr-5 hingga mencapai jantung pertahanan Israel di Gush Dan, Yerussalem dan Tel Aviv. Terlepas dari keberhasilan Israel dalam menyerang Gaza, beberapa media seperti, Haaretz menyatakan bahwa militer Israel telah gagal untuk kesekian kalinya menyerang Gaza. Lebih lanjut Jerusalem Post mengabarkan bahwa Pemerintah Israel gagal dalam menghalau serangan roket Hamas kendati beberapa roket mampu dihalau sistem roket Iron Dome, sehingga negaranya senantiasa berada dalam bayang-bayang ancaman serangan roket Hamas. Dari sini kita dapat melihat betapa citra Israel semakin terpuruk tidak hanya di mata rakyat Israel sendiri, tetapi juga dunia Internasional. Popularitas Presiden Israel, Benyamin Netanyahu pun nampaknya akan semakin menurun menjelang pemilu mendatang seiring kegagalan Israel dan kekacauan ekonomi Israel akibat konflik tersebut. Serangan Israel ke Gaza selama delapan hari tersebut hanya menambah catatan kegagalan Israel Untuk kesekian kalinya sejak agresi militer 2008/2009 serta kekalahan dari Hizbullah tahun 2006.

Solusi Konflik

Konflik Palestina-Israel dapat dikatakan sebagai konflik terpanjang yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Sejak lama, rakyat Palestina menganggap Zionis Israel adalah penjajah yang dengan semena-mena menguasai sebagian besar tanah air mereka. Sebaliknya, Israel memandang Hamas sebagai teroris yang harus disingkirkan karena dapat mengganggu kepentingan zionis Israel di Timur Tengah. Israel –yang telah kehilangan kepercayaan di mata dunia- dengan dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Barat, tengah menyusun strategi baru untuk secepatnya menyerang basis-basis pertahanan Hamas di Gaza. Sebaliknya,  dengan bantuan Rusia, Iran, Mesir dan negara-negara Arab lainnya, Hamas berupaya untuk memperkuat armada tempurnya untuk menghindari serangan rerupa dikemudian hari. Dari sini kita dapat melihat betapa konflik Palestina-Israel merupakan konflik yang akut yang tidak hanya dipicu oleh satu faktor saja, tetapi banyak faktor yang melatarbelakanginya. Hanya ada satu solusi untuk mengatasi konflik Palestina-Israel, yaitu berdamai. Selama kedua belah pihak menolak dialog untuk berdamai, maka sudah pasti sampai kapan pun konflik antara Palestina dan Israel akan terus berlangsung. (M.Fakhry.G, Lc, M.Ag, Pengamat Politik Timur Tengah LIPI).

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s