Yaman Pasca Shaleh

Oleh : Muhammad Fakhry Ghafur

Selasa, 21 Februari lalu merupakan hari yang paling bersejarah bagi rakyat Yaman. Bagaimana tidak, pada hari itu seluruh rakyat Yaman baik di Utara, Selatan, Timur dan Barat larut dalam gegap gempita pesta demokrasi yang pertama kali diselenggarakan pasca lengsernya Ali Abdullah Saleh dari kursi kekuasaannya. Pemilu tersebut menandai dimulainya era baru dinamika politik Yaman setelah selama kurang lebih 33 tahun berada dalam cengkraman rezim Ali Abdullah Saleh. Kendati demikian, situasi keamanan di Yaman belum sepenuhnya pulih. Presiden terpilih Abdrabuh Mansour Hadi mempunyai tanggung jawab besar dalam memulihkan kondisi sosial, politik dan ekonomi di negara tersebut.

Barat versus Al-Qaeda
Sejak masa pemerintahan Ali Abdullah Saleh, Yaman kerap dilanda konflik bersenjata yang berkepanjangan antara pemerintah dengan berbagai gerakan separatis baik di Utara maupun Selatan. Disamping itu, perang antar suku serta perseteruan antara kelompok anti-pemerintah dan pasukan militer loyalis Saleh, turut memperparah kondisi sosial, politik dan ekonomi dalam negeri Yaman.

Di Yaman Utara muncul Syiah Al-Houti yang melakukan gerakan perlawanan terhadap pemerintah. Kelompok ini menganggap pemerintah pusat yang dikuasai Sunni berlaku diskriminatif terhadap minoritas Syiah di Yaman. Alhasil dengan memanfaatkan situasi yang tidak menentu, kelompok ini pun mengangkat senjata untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Tidak hanya disitu kelompok Syiah Al-Houti pun kerap melakukan serangan terhadap sejumlah distrik yang dihuni mayoritas Sunni. Dalam perkembangan terakhir, dengan maksud untuk mendirikan negara sendiri di wilayah Utara, kelompok Al-Haouti kerap melakukan berbagai ancaman serangan pada pelaksanaan pemilu selasa lalu guna menggagalkan pesta demokrasi tersebut. Kendati demikian, pemerintah baru Yaman dengan bantuan Militer berhasil meredam berbagai serangan kelompok Syiah tersebut.

Sama halnya dengan di Utara, di Selatan Yaman, muncul gerakan Al-Qaeda semenanjung Arab (AQAP) yang dalam beberapa dekade terakhir semakin giat melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Dengan dalih perang melawan terorisme, Amerika Serikat dan negara-negara Barat pun memanfaatkan keadaan untuk menyerang balik gerakan AQAP yang dianggap paling bertanggung jawab terhadap munculnya aksi terorisme di berbagai negara . Memang, sejak tragedi WTC 11 September 2001, dengan dalih perang melawan terorisme, AS rela mengucurkan puluhan miliyar dollar untuk membantu pemerintah Yaman dalam membasmi gerakan mujahidin AQAP. Inilah yang menjadi penyebab mengapa AS banyak melakukan intervensi politik di Yaman dan secara diam-diam melakukan operasi rahasia dengan melibatkan banyak agen CIA di negara tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Yaman Selatan merupakan basis gerakan AQAP dan banyak melahirkan para aktivis militan. Sebut saja misalnya, sebagian besar tahanan yang tercantum dalam tahanan di Guantanamo berasal dari Yaman Selatan. Disamping itu, pengawal-pengawal Usamah bin Laden yang banyak diburu AS pun kebanyakan berasal dari kawasan ini. Pasca revolusi yang terjadi di Yaman belum lama ini, AQAP semakin mempunyai berpengaruh di tengah rakyat Yaman khususnya dalam melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang didukung AS dan negara-negara Barat. Mereka menganggap bahwa hasil kekayaan minyak dari Selatan lebih banyak dinikmati oleh pemerintah yang didominasi orang-orang Utara. Situas tersebut jelas tidak akan dibiarkan begitu saja oleh AS yang akan memberikan implikasi yang serius terhadap stabilitas keamanan di kawasan tersebut. AS dan negara-negara Barat khawatir jika nantinya Yaman akan menjadi “bom waktu” yang lebih dahsyat dibandingkan dengan negara Timur Tengah lainnya. Jika AQAP berkuasa dan memiliki pengaruh yang kuat di Yaman maka secara otomotis akan mengganggu kepentingan strategis AS di Timur Tengah.
Ditengah kondisi konflik yang sangat akut tersebut, nampaknya stabilitas keamanan negara harus menjadi prioritas pemerintahan baru pimpinan Mansour Hadi. Presiden terpilih harus mampu merangkul berbagai elemen baik di Utara maupun Selatan guna keluar dari kemelut yang berkepanjangan tersebut. Sebab, jika stabilitas keamanan terjaga maka pemerintahan baru akan dapat bekerja secara optimal dalam memulihkan kondisi sosial, politik dan ekonomi Yaman.

Yaman Baru
Ditengah perasaan pesimis berbagai kalangan perihal masa depan Yaman yang penuh dengan konflik, Yaman masih mempunyai harapan untuk membangun negara. Pemilu pertama yang telah dilaksanakan belum lama ini setidaknya dapat dijadikan langkah awal bagi seluruh rakyat Yaman untuk membangun iklim yang lebih demokratis.

Walaupun pemilu pertama pasca-Saleh tersebut hanya diikuti oleh satu kandidat, namun Yaman kini telah memiliki pemimpin baru. Era Saleh telah berlalu seiring revolusi yang terjadi, Mansour Hadi sebagai pemimpin baru harus siap dengan segala resiko untuk mengemban tugas perubahan. Banyak “PR” yang harus dijalankan pemerintahan baru era Saleh diantaranya, pemulihan stabilitas keamanan domestik, meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menekan angka kemiskinan dan pengangguran, membangun iklim politik yang lebih demokratis.
Kendati demikian, Mansor Hadi merupakan sosok pemimpin baru yang sebenarnya masih mempunyai hubungan baik dengan Abdullah Saleh maupun AS. Dengan demikian, Yaman pasca Saleh sebenarnya masih berada dalam bayang-bayang Saleh dan AS yang mempunyai kepentingan terhadap minyak dan perang terhadap terorisme global. Tidak mudah bagi rakyat Yaman “pro-perubahan” untuk mewujudkan perubahan ditengah dominasi kroni rezim dan hegemoni AS. Upaya menuju Yaman baru yang aman dan demokratis memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, diperlukan kontrol yang intensif dari seluruh komponen rakyat, baik melalui pendekatan politik maupun memperkuat konsolidasi masyarakat. Disamping itu, pemerintah baru juga harus mempunyai komitmen untuk menyatukan berbagai suku yang tengah bersengketa agar dapat keluar dari kemelut yang berkepanjangan. Wallahu ‘Alam.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s