Menanti Kehancuran Israel


Oleh : Muhammad Fakhry Ghafur

Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 22/02/2012, umat Islam digemparkan dengan penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Yahudi ortodok terhadap Masjidil Aqsa. Penyerangan terhadap Masjidil Aqsa tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh Yahudi.  Pada 21 Agustus 1969, sekolompok Yahudi melakukan pembakaran terhadap Masjidil Aqsa hingga sebagian masjid hangus terbakar. Peristiwa dilatarbelakangi oleh keinginan Yahudi untuk mendirikan Haekal Sulaiman di lokasi Mesjidil Aqsa berdiri. Sejak saat itu kebrutalan “bangsa kera” semakin menjadi-jadi dengan melakukan pengruksakan dan Yahudisasi di sekitar kawasan Al-Quds. Memang, sepanjang sejarahnya bangsa Yahudi kerap melakukan pengruksakan di muka bumi, dimanapun mereka berada. Hal tersebut sesuai dengan janji Allah Swt. dalam firman-Nya : ” Dan telah Kami tetapkan bagi Israil dalam al-Kitab itu : “Sesungguhnya kamu akan membuat keruksakan di muka bumi dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.(QS.Al-Isra : 4). Dan Firman-Nya : “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (QS.Al-Maidah : 32).

Sejarah manusia pun banyak mecatat peristiwa kejahatan yang dilakukan oleh Bani Israil. Makar Jahat mereka mulai nampak pertama kali pada masa Nabi Ya’qub a.s., moyang mereka. Ketika mereka hendak menyingkirkan saudaranya sendiri, Nabi Yusuf a.s. yang berakhlak mulia dan lebih dicintai oleh bapaknya. (QS.Yusuf : 7-18). Bani Israil pun kerap melakukan pembunuhan terhadap para Nabi dan orang-orang Saleh. Nabi Yahya, Zakaria dan Isa tidak luput dari makar jahat mereka, hingga keduanya pun terbunuh kecuali Nabi Isa yang diselamatkan oleh Allah Swt dari recana busuk Bani Israil.

Begitu juga pada masa Rasulullah Saw kaum Yahudi dengan berbagai cara berusaha untuk mengkhianati dan membunuh Rasulullah. Pengkhiantan pertama dilakukan oleh Yahudi Bani Qainuqa’. Kejadian bermula ketika seorang muslimah yang berada di pasar diganggu sekelompok Yahudi sampai memicu kemarahan seorang muslim yang berakibat terbunuhnya seorang dari mereka. Orang-orang Yahudi yang ada dipasar tersebut pun marah dan membunuh orang muslim tersebut. Hingga ahirnya keluarga orang muslim tersebut meminta pertanggung jawaban Yahudi. Rasulullah pun memerintahkan kepada kaum muslimin untuk melakukan pengepungan terhadap Bani Qainuqa’, pengepungan terjadi selama 15 hari dan beliau memerintahkan mereka untuk meninggalkan Madinah. Adapun pengkhianatan kedua dilakukan oleh Yahudi Bani Nadhir,  ketika Rasulullah datang ke perkampungan mereka untuk meminta diyat terhadap pembunuhan yang dilakukan orang Yahudi terhadap dua orang Muslim dari Bani Amir. Pada saat Rasulullah bersandar didinding rumah mereka, Yahudi pun berencana untuk membunuh Rasulullah. Namun atas izin Allah Swt. Rasullullah selamat dari rencana jahat mereka. Kemudian beliau memerintahkan untuk melakukan pengepungan terhadap Bani Nadhir sampai akhirnya mereka keluar dari Madinah. Sedangkan pengkhianatan ketiga Yahudi dilakukan oleh Bani Quraizah, ketika tuk pasukan koalisi dengan berbagai suku. Peristiwa tersebut menggoyahkan kaum muslimin sampai akhirnya Allah memberikan pertolongan dan pasukan koalisi tersebut hancur. Rasulullah pun memerintahkan kaum muslimin untuk menuju perkampungan Bani Quraizah dan mengepungnya selama 25 malam sampai orang-orang Yahudi ketakutan dan memohon kepada Rasulullah untuk keluar dari Madinah. Tetapi Rasulullah melarang dan menghukum mereka dengan hukuman yang lebih berat dari Bani Qainuqa’ maupun Bani Nadhir. Atas saran dari Saad bin Muadz, kaum lelaki dieksekusi, wanita dan anak-anak menjadi tawanan. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an melalui firman-Nya : Hai orang-orang yang beriman ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika datang kepadamu tentara-tentara, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan tentara yang tidak dapat kamu melihatnya. Dan adalah Allah Maha Melihat akan apa yang kamu kerjakan. Yaitu ketika datang (musuh) dari atas dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatanmu dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka disitulah diuji orang-orang mukmin, dan digoncangkan hatinya dengan goncangan yang sangat”. (QS. al-Ahzab: 9-11).

Berbagai pengkhianatan dan maker kejahatan bangsa Yahudi tersebut nampaknya masih berlanjut sampai sekarang, dimana berbagai perjanjian perdamaian antara Yahudi Israel dan kaum Muslimin kerap dilanggar. Mulai dari perjanjian Oslo 1993, Wye River 1998, KTT Camp David 2000 dan sebagainya. Perjanjian demi perjanjian tak diindahkan oleh Israel ketika mereka banyak melakukan penyerangan dan perampasan terhadap hak-hak rakyat Palestina. Puncaknya ketika Israel memblokade Gaza pada tahun 2006 dan melakukan serangan udara 2008 hingga membunuh ribuan rakyat Palestina. Berbagai tekanan dari dunia internasional pun tidak digubris Israel, bahkan mereka akan tetap melanjutkan pembangunan pemukiman Yahudi dan melakukan penyerangan serta keruksakan di sejumlah wilayah Palestina. Pada Mei 2010, mata dunia semakin terbuka lebar melihat kekejaman Israel, ketika tentara Israel menembaki kapal Bantuan Mavi Marmara yang membawa ratusan relawan dan belasan ton bantuan kemanusiaan. Peristiwa tersebut jelas memperburuk citra Israel dimata dunia internasional. Peristiwa kejahatan yang disebutkan diatas hanya sebagian kecil dari ribuan kejahatan dan pengrusakan yang dilakukan Israel di tanah Palestina. Karenanya, kehancuran Israel yang tinggal menunggu waktu tersebut akibat ulah kejahatan dan pengkhianatan yang dilakukan bangsa mereka sendiri.

Kehancuran Israel

Sekarang mari kita analisis lebih dalam prediksi Al-Qur’an tentang kehancuran Yahudi Israel. Dalam Al-Qur’an Allah Swt berfirman : “(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu.” (QS.Al-Maidah : 26). Dalam ayat tersebut Allah Swt berfirman bahwa akan ada pergantian generasi selama 40 tahun baik dari segi karakteristiknya maupun jiwanya. Disamping itu, Allah Swt mengharamkan negeri Mesir bagi mereka selama 40 tahun pula.

Dalam Aspek historis pada perang salib pertama kaum muslimin mengalami kekalahan dan dikuasai selama 40 tahun. Kemudian 40 tahun kemudian kaum muslimin bangkit dan mampu menguasai tanah Palestina. Jika kita bandingkan dengan apa yang terjadi di Palestina, maka ketika pada tahun 1948, Israel berhasil menguasai dan menjajah Palestina, barulah setelah 40 tahun muncul gerakan Intifada pertama tepatnya pada tahun 1987. Kendati pada saat itu kaum muslimin tidak secara keseluruhan mampu menguasai Palestina, namun gerakan perlawanan tersebut membuat takut Israel dan berhasil membuka mata dunia akan kekejaman Israel selama ini. Sampai akhirnya mengalir dukungan dari dunia Islam.

Saat ini kita tengah menantikan 40 tahun selanjutnya akan kehancuran Israel, tepatnya pada 2027. Jika kita sekarang berada di tahun 2012, maka sekitar 15 tahun lagi Israel akan dikalahkan oleh pasukan Islam. Dalam sebuah wawancara dengan wartawan New York Times, pendiri gerakan Hamas Syaikh Ahmad Yasin mengatakan : “Sudah saya katakana berulang-ulang bahwa tahun 2027 akan menjadi saksi kehancuran Israel dan saya yakin Israel akan hancur dan kami bangsa Palestina akan memperoleh kembali tanah dan rumah yang dirampas Israel tahun 1948”. Namun, kemenangan tersebut tidak akan dicapai melainkan dengan persatuan seluruh kaum muslimin. Tetapi, jika kaum muslimin terpecah belah maka harapan untuk merebut tanah Palestina hanya mimpi belaka.

Lantas siapakah yang akan menghancurkan Israel tersebut?Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Akan muncul dari Khurasan (Afganistan) pasukan dengan bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang dapat mencegahnya sampai bendera-bendera tersebut ditancapkan di Eliya (Al-Quds)” (HR.Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).

Kendati kita tidak tahu kapan Israel akan hancur dan siapa yang menhancurkannya, namun setidaknya sinyal kearah tersebut sudah mulai nampak. Kemenangan partai-partai Islam pasca revolusi yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah dapat menjadi sinyal akan bangkitnya kekuatan Islam yang dapat menghentikan pengkhianatan dan keruksakan yang dilakukan Israel selama ini. Wallahu’alam bishawwab.

Tulisan ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s